Beranda Formal Memahami Isi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah

Memahami Isi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah

Permendikbud 23/2017 menyatakan bahwa lama hari sekolah adalah 5 hari selama seminggu dan 8 jam selam sehari, atau dengan kata lain 40 jam selama seminggu. Ketentuan 8 jam sehari – sebagian menyebutnya dengan Full Day School (FDS)-- menimbulkan pro dan kontra.

1272
Bagikan

EDUNAMIKA.COM –Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah (Permendikbud 23/2017) menyatakan bahwa lama hari sekolah adalah 5 hari selama seminggu dan 8 jam selam sehari, atau dengan kata lain 40 jam selama seminggu. Ketentuan 8 jam sehari – sebagian menyebutnya dengan Full Day School (FDS)– menimbulkan pro dan kontra. Bahkan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) secara resmi menyatakan penolakannya.

Tulisan ini ingin menguraikan Permendikbud 23/2017 agar sikap kita, baik pro maupun kontra berpijak pada isi permedikbud itu sendiri.

Hosting Unlimited Indonesia

Penjelasan Ringkas Isi Permendikbud 23/2017

Dalam Konsideran Menimbang disebutkan bahwa untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi, perlu penguatan karakter bagi peserta didik melalui restorasi pendidikan karakter di sekolah; bahwa agar restorasi pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah lebih efektif, perlu optimalisasi peran sekolah. Dalam Konsideran ini diketahui bahwa latar belakang ditetapkannya Permendikbud 23/2017 adalah restorasi pendidikan karakter dengan mengoptimalkan peran sekolah.

Ketentuan tentang hari dan jam sekolah ada di Pasal 2. Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu. Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu. Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat, Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu. Penambahan waktu istirahat tersebut tidak termasuk dalam perhitungan 8 jam sehari/ 40 jam seminggu.

Bagi Guru hari sekolah digunakan untuk melaksanakan beban kerja guru yang meliputi: a. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan; b. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan; c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan; d. membimbing dan melatih peserta didik; dan e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.

Sedangkan bagi peserta didik hari sekolah digunakan untuk melaksanakan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pemenuhan kurikulum. Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk penguatan atau pendalaman kompetensi dasar atau indikator pada mata pelajaran/bidang sesuai dengan kurikulum. Kegiatan kokurikuler tersebut meliputi kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegiatan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya, dan/atau bentuk kegiatan lain untuk penguatan karakter peserta didik.

Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan di bawah bimbingan dan pengawasan sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut termasuk di dalamnya adalah kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah-bakat/olah-minat, dan keagamaan. Kegiatan keagamaan sendiri meliputi aktivitas keagamaan meliputi madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, baca tulis Al Quran dan kitab suci lainnya.

Dalam pelaksanaannya kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Untuk melaksanakan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah dapat dilakukan dengan kerja sama antarsekolah, sekolah dengan lembaga keagamaan, maupun sekolah dengan lembaga lain yang terkait.

Ketentuan hari sekolah tidak berlaku bagi peserta didik TK/TKLB/RA atau sederajat pada sekolah keagamaan lainnya. Sedangkan peserta didik berkebutuhan khusus dan layanan khusus dapat mengikuti ketentuan hari sekolah sesuai dengan jenis kekhususan.

Ketentuan 5 hari sekolah dan 8 jam sehari ini mulai berlaku sejak Tahun Pelajaran 2017/2018. Tetapi apabila kesiapan sumber daya pada Sekolah dan akses transportasi belum memadai, maka ketentuan tersebut dapat dilakukan secara bertahap.

Maka untuk itu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya wajib menjamin pemenuhan sumber daya pada Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah pusat atau pemerintah daerah, dan ketersediaan akses transportasi dalam penerapan ketentuan tentang hari sekolah. Begitu juga dengan masyarakat penyelenggara pendidikan. Mereka wajib menjamin pemenuhan sumber daya pada sekolah yang diselenggarakannya untuk melaksanakan ketentuan Permendikbud ini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pemenuhan sumber daya dan ketersediaan akses transportasi dalam penerapan ketentuan hari sekolah.

Bagi guru pada sekolah yang belum dapat melaksanakan ketentuan hari sekolah tetap melaksanakan ketentuan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu untuk memenuhi beban kerja guru .

Sedangkan peserta didik pada sekolah yang belum dapat melaksanakan ketentuan hari sekolah tetap melaksanakan ketentuan jam sekolah sesuai dengan beban belajar pada kurikulum dan dapat melaksanakan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Komentar Facebook
Hosting Unlimited Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here